Thursday, July 14, 2016

Kegunaan Foxit Reader



Kegunaan Foxit Reader

selamat datang di lintas dunia ,, banyak informasi seputar berita , adsense, template seo, tips and trick serta bahasa program,, sekarang hadir tentang software atau juga bisa disebut cara menggunakan serta download nya,, semoga bisa bermanfaat untuk kalian.

Semua pasti tau apa itu Foxit Reader. Foxit Reader adalah salah satu software yang dapat digunakan untuk membaca file PDF (Portable Document Format). Foxit Reader adalah salah satu pesaing software Adobe Reader yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Foxit reader ini berfungsi untuk membaca file PDF sama seperti adobe reader.

 Foxit Reader adalah aplikasi PDF viewer yang memiliki tampilan sederhana, toolbar yang bisa dikustomisasi, ukuran yang kecil, dan cepat loading-nya. FoxitReader bisa digunakan secara gratis bagi pengguna non-komersial.

 Foxit mempunyai tampilan yang sederhana. Toolbar pada adobe reader yaitu file ,edit ,view ,document ,tools ,windows ,help dan toolbarnya terbuka. Membuka file pdf dengan menggunakan foxit reader tidak memberikan hasil yang maksimal dibandingkan dengan menggunakan adobe reader terutama apabila file yang kita buka banyak menampilkan animasi, namun dengan menggunakan foxit reader, system tidak terlalu berat dalam bekerja, karena foxit reader tidak banyak makan instalasi, dan waktu loading tidak terlalu lama. Lebih cepat membuka file aplikasinya tanpa harus meload plug-in terlebih dahulu. kecepatan Foxit Reader ini mampu menandingi kecepatan Adobe Reader dalam membuka.

Kelebihan :

  • Solusi alternatif untuk membuka file pdf dengan software Foxit Reader. Selain membuka, software ini juga dapat digunakan untuk mengedit file pdf.

  • Foxit bisa didownload gratis dan bisa membuka fiile PDF lebih cepat daripada Adobe ReaderFoxit Reader ukuran file yang lebih ringan dari aplikasi pembaca PDF lain,

  • Foxit Reader mempunyai tingkat keamanan dan prifasi yang tinggi, aplikasi ini tidak akan menghubungkan   dirinya ke internet tanpa izin dari Anda pengguna aplikasi, tidak seperti aplikasi PDF Viewer lain yang   kadang-kadang menghubungkan dirinya ke internet tanpa sepengetahuan pengguna

  • Ukuran file aplikasi yang kecil sehingga cepat dalam proses download

  • Hemat penggunaan memori
  • Sangat cepat. Ketika aplikasi ini dieksekusi maka akan langsung terbuka dan membuka file PDF kurang dari 3 detik

Kekurangan :

  • foxit reader tidak memberikan hasil yang maksimal dibandingkan dengan menggunakan adobe reader terutama apabila file yang kita buka banyak menampilkan animasi.

Itu tadi sedikit ulasan dari Six New Revolution mengenai kelebihan dan kekurangan Foxit Reader, Semoga informasi ini bermanfaat buat anda. Jika terdapat kesalahan kata ataupun ejaan yang kurang tepat mohon dimaafkan. Segala kritik dan saran silakan anda masukan pada kolom komentar yang sudah tersedia dibawah ini. Six New Revolution akan berusaha secepat mungkin menanggapi segala tanggapan baik kritik atau saran dari anda.

Link Download
Perkaya kan diri Kalian dengan ilmu ,, bukan dengan uang kalian

Wednesday, July 13, 2016

Cara Serta Manfaat Adobe AIR Installer


Cara Serta Manfaat Adobe AIR Installer


selamat datang di lintas dunia ,, banyak informasi seputar berita , adsense, template seo, tips and trick serta bahasa program,, sekarang hadir tentang software atau juga bisa disebut cara menggunakan serta download nya,, semoga bisa bermanfaat untuk kalian.

Bagi web developer, mengembangkan aplikasi web dengan Adobe AIR bisa jadi belum begitu populer dibandingkan platform lain seperti PHP, Java, VB.Net dan sebagainya. Bahkan bisa dibilang programmer yang tahu tentang Adobe AIR ini prosentasenya masih lebih kecil dibandingkan dengan yang belum mengetahuinya. Hal ini bisa dimaklumi mengingat Adobe AIR sendiri baru dirilis sekitar awal tahun 2008.

Apa itu Adobe AIR?

Adobe AIR adalah cross-platform runtime system yang memungkinkan web developer untuk mengembangkan dan menjalankan RIA (Rich Internet Application) layaknya aplikasi desktop. Istilah AIR sendiri merupakan singkatan dari Adobe Integrated Runtime.

Dengan Adobe AIR web developer bisa membangun aplikasi desktop dengan HTML, JavaScript, Flex dan Flash. Berbeda dengan aplikasi web pada umumnya, aplikasi AIR ini di-install pada desktop dan bisa beroperasi secara offline. Karakteristiknya hampir sama dengan aplikasi desktop biasa. Aplikasi AIR memiliki kemampuan untuk mengakses data yang tersimpan pada komputer lokal. Jadi dengan kata lain AIR bisa menyimpan, membuka, dan mengedit data atau informasi pada komputer client. Ini yang membedakannya dengan aplikasi web biasa yang berjalan di browser. Contoh aplikasi yang dikembangkan dengan Adobe AIR yaitu eBay Desktop yang memungkinkan user untuk melakukan transaksi di situs eBay melalui aplikasi desktop tanpa harus selalu terhubung dengan Internet.

Mungkin banyak yang bingung, sebenarnya Adobe AIR itu aplikasi web atau desktop? Susah untuk menjawabnya. Kenapa demikian? Karena karakteristik aplikasi AIR ini cukup unik, yaitu berjalan di desktop tapi dikembangkan dengan bahasa pemrograman web.

Apakah kita memerlukan browser untuk menjalankan aplikasi AIR? Tidak perlu. Seperti yang telah dijelaskan di atas, aplikasi AIR ini bisa dijalankan seperti halnya aplikasi desktop lainnya.

Ya, bisa dibilang aplikasi AIR merupakan kombinasi dari aplikasi web dan desktop, hibrid istilah kerennya. Jadi bingung kan?


Link Download
Perkaya kan diri Kalian dengan ilmu ,, bukan dengan uang kalian

Kegunaan dan Manfaat dari Sublime 3 (64) bit


Kegunaan dan Manfaat dari Sublime 3 (64) bit

selamat datang di lintas dunia ,, banyak informasi seputar berita , adsense, template seo, tips and trick serta bahasa program,, sekarang hadir tentang software atau juga bisa disebut cara menggunakan serta download nya,, semoga bisa bermanfaat untuk kalian.

Notepad++ adalah editor teks terbaik bagi saya, sampai saya menemukan Sublime Text. Saya sudah menggunakan Notepad++ untuk web development sejak tahun 2005 dan pernah membuat reviewnya, namun sejak tahun lalu saya mulai beralih menggunakan Sublime Text sebagai editor teks utama. Ada beberapa kemiripan antara Notepad++ dan Sublime Text yang membuat saya merasa nyaman untuk berpindah editor. Dua-duanya sama-sama ringan, tidak memakan memori banyak, dan didukung oleh banyak sekali plugin. Namun Sublime Text memiliki beberapa keunggulan yang tidak ada di Notepad++. Berikut ini beberapa perbandingan fitur-fitur antara Notepad++ dan Sublime Text.

Settings

Di Notepad++, pengaturan bisa dilakukan dengan mudah melalui Settings -> Preferences, kemudian akan muncul jendela baru yang berisi interface settings.
Sedangkan di Sublime Text, pengaturan dilakukan dengan membuka file .sublime-settings dan mengedit isinya. Perubahan langsung terjadi pada saat file tersebut disave. Untuk yang bukan programmer, mungkin akan kesulitan karena harus mengedit data berformat JSON.

Color Scheme/Theme

Di Notepad++ kita bisa mengganti theme melalui Settings -> Style Configurator. Di sini ada beberapa pilihan theme, dan tiap theme bisa diedit dengan mudah. Kita juga bisa menambah theme baru dengan cara mengkopi file xml ke dalam folder Notepad++/themes. Di Sublime Text, kita bisa mengganti Color Scheme (untuk area editor) maupun Theme (untuk interface sidebar, tab, console, search dll). Untuk mengedit color scheme, kita harus membuka file xml berekstensi .tmTheme dan mengedit isinya, atau bisa juga menggunakan tmTheme editor.

Sublime Text secara default menggunakan warna background gelap, sedangkan Notepad++ menggunakan background terang. Tapi tentu saja kita bisa merubahnya dengan mudah. Gambar di atas adalah screenshot Sublime Text menggunakan warna terang dan Notepad++ menggunakan warna gelap.

Goto Anything

Dengan Goto Anything, kita bisa membuka file di dalam project dengan cepat, tinggal tekan Ctrl + P kemudian ketik nama filenya. Untuk mencari nama file tidak harus mengetik secara tepat, karena Sublime Text menggunakan algoritma fuzzy untuk searching nya. Notepad++ belum memiliki fitur semacam ini.

Command Palette

Di Notepad++, untuk menjalankan perintah tertentu bisa melalui menu bar, toolbar, menu konteks atau shortcut. Kita bisa memanage Shortcut melalui Settings -> Shortcut Mapper. Sublime Text memiliki tampilan yang lebih simple dan sangat minim menu, bahkan tidak ada toolbar sama sekali. Kebanyakan perintah-perintahnya bisa kita akses menggunakan Shortcut, atau kalau belum hafal shortcut kita bisa mengakses Command Palette (tekan Ctrl + Shift + P) kemudian cari perintah yang kita inginkan (menggunakan fuzzy search). Sebagai contoh, saya ingin membuat teks menjadi uppercase, maka teks tersebut saya blok dulu, kemudian masuk Command Palette dan ketik “case” atau “upc” maka akan muncul perintah untuk uppercase beserta keterangan Shortcut nya.

Package/Plugin

Notepad++ memiliki sangat banyak plugin yang bisa diinstall melalui Plugin Manager. Kita juga bisa membuat plugin sendiri menggunakan bahasa C++. Sublime Text juga memiliki sangat banyak package. Untuk menginstall package kita bisa menjalankan Package Manager kemudian akan muncul list package, kita tinggal mencari (tentu saja menggunakan fuzzy search juga) package yang diinginkan. package
Kelebihan menggunakan package manager adalah package akan otomatis terupdate jika ada versi baru. Sublime Text juga menyediakan plugin API untuk kita yang ingin membuat package sendiri menggunakan bahasa python.

Multiple Selections/Multi-editing

Ini adalah salah satu fitur unggulan di Sublime Text, di mana kita bisa meletakkan cursor di beberapa tempat (menggunakan Ctrl + click), kemudian mengedit secara bersamaan.
Di Notepad++ juga ada fitur ini, tapi kita harus mengaktifkan dulu melalui Settings -> Preferences -> Editing -> Multi-Editing Settings. Fitur Multiple Selections di Sublime Text lebih baik karena bisa untuk mempercepat editing teks yang sama. Misal ingin mengedit sebuah kata, letakkan kursor pada kata tersebut kemudian tekan Ctrl + D untuk menyeleksi satu persatu semua kata yang sama, atau tekan Alt + F3 untuk langsung menyeleksi semua kata tersebut.

Column Editing

Baik Notepad++ maupun Sublime Text memiliki fitur ini. Di Notepad++ tekan Alt kemudian mouse didrag ke bagian yang ingin diedit. Di Sublime Text menggunakan drag tombol mouse tengah, atau bisa juga dengan Shift + drag tombol mouse kanan.

Split Editing

Jika and memiliki monitor yang lebar maka kedua editor ini sangat cocok karena sama-sama memiliki fitur untuk Split Editing (membuka 2 atau lebih file secara berdampingan).

Auto-completion

Sublime Text memiliki auto complete untuk beberapa bahasa yang saya pakai seperti PHP, CSS, Javascript. Fitur ini juga mendukung fuzzy search sehingga tidak harus mengetik secara tepat. Notepad++ juga memiliki auto complete, namun tidak senyaman Sublime Text dan harus diaktifkan dulu melalui Settings -> Preferences -> Backup/Auto-Completion.

Minimap/Document Map

Sublime Text memiliki Minimap, semacam versi mini dari file untuk mempermudah melihat file secara keseluruhan. Di Notepad++ juga ada fitur seperti ini dengan nama Document Map. Untuk mengaktifkannya dari View -> Document Map.

Goto Definition

Ini adalah fitur baru Sublime Text 3 (di ST2 blm ada). Fitur ini sangat membantu menemukan function/class di dalam project, caranya dengan meletakkan cursor di nama function/class kemudian tekan F12, maka file yang berisi definisi function/class tersebut akan terbuka. Untuk melihat list semua function/class bisa menggunakan Goto Symbol in Project (tekan Ctrl + Shift + R). Notepad++ belum memiliki fitur ini. Fitur semacam ini sangat jarang di text editor biasa, kebanyakan ada di IDE kelas berat seperti NetBeans, Zend Studio, dll.

Instant Project Switch

Untuk mempermudah bekerja di Sublime Text, sebaiknya kita membuat project terlebih dahulu. Caranya, buka jendela Sublime Text baru, kemudian folder tempat file-file yang akan kita edit kita drag ke dalam jendela Sublime Text, kemudian simpan project tersebut melalui Project -> Save Project As. Sublime Text akan mengindex semua file di dalam folder tersebut supaya fitur2 Goto bisa bekerja. Proses indeks pun berjalan cepat, sebagai contoh, script-script WordPress bisa diindeks semua dalam waktu sekitar 20 detik saja. Dengan membuat project, maka kita bisa berpindah-pindah project dengan cepat, dengan menekan Ctrl + Alt + P, lalu pilih project dari list project. Saat kita berpindah project atau saat Sublime Text ditutup, kita tidak akan diganggu dengan dialog konfirmasi untuk menyimpan file. Semua file yang belum disave akan kembali lagi (tidak hilang) saat project dibuka lagi. Dan sekali lagi, Notepad++ belum memiliki fitur ini :D

Kesimpulan

Dengan banyaknya keunggulan yang ditawarkan Sublime Text, maka tidak ada salahnya untuk mencobanya. Saya tetap menggunakan keduanya, Sublime Text sebagai editor utama dan didampingi oleh Notepad++, karena ada beberapa plugin Notepad++ yang masih sering saya pakai dan belum ada di Sublime Text.
Sublime Text 3 memang tidak gratis, namun versi trialnya bisa dipakai tanpa ada batasan waktu, dan tidak ada batasan fitur, hanya saja akan ada alert setiap beberapa kali menyimpan file. Lisensi Sublime Text bisa didapatkan dengan harga $70, sebuah harga yang cukup murah dibandingkan dengan produktivitas yang bisa kita dapatkan dengan menggunakannya.

Link Download sublime 3 (64) bit

Perkaya kan diri Kalian dengan ilmu ,, bukan dengan uang kalian

Tuesday, July 12, 2016

Abu Nawas - Tugas Yang Mustahil

Abu Nawas - Tugas Yang Mustahil


Abu Nawas belum kembali. Kata istrinya ia bersarna seorang Pendeta dan seorang Ahli Yoga sedang melakukan pengembaraan suci. Padahal saat ini Baginda amat membutuhkan bantuan Abu Nawas. Beberapa hari terakhir ini Baginda merencanakan membangun istana di awang-awang. Karena sebagian dari raja-raja negeri sahabat telah membangun bangunan-bangunan yang luar biasa.
Baginda tidak ingin menunggu Abu Nawas iebih lama lagi. Beliau mengutus beberapa orang kepercayaannya untuk mencari Abu Nawas. Mereka tidak berhasil menemukan Abu Nawas kerena Abu Nawas ternyata sudah berada di rumah ketika mereka baru berangkat.
Abu Nawas menghadap Baginda Raja Harun Al Rasyid. Baginda amat riang. Saking gembiranya beliau mengajak Abu Nawas bergurau. Setelah saling tukar menukar cerita-cerita lucu, lalu Baginda mulai mengutarakan rencananya.
“Aku sangat ingin membangun istana di awang-awang agar aku Iebih terkenal di antara raja-raja yang lain. Adakah kemungkinan keinginanku itu terwujud, wahai Abu Nawas?”
“Tidak ada yang tidak mungkin dilakukan di dunia ini Paduka yang mulia.” kata Abu Nawas berusaha mengikuti arah pembicaraan Baginda.
“Kalau menurut pendapatmu hal itu tidak mustahil diwujudkan maka aku serahkan sepenuhnya tugas ini kepadamu.” kata Baginda puas.
Abu Nawas terperanjat. la menyesal telah mengatakan kemungkinan mewujudkan istana di awang-awang. Tetapi nasi telah menjadi bubur. Kata-kata yang telah terlanjur didengar oleh Baginda tidak mungkin ditarik kembali.
Baginda memberi waktu Abu Nawas beberapa minggu. Rasanya tak ada yang lebih berat bagi Abu Nawas kecuali tugas yang diembannya sekarang. Jangankan membangun istana di langit, membangun sebuah gubuk kecil pun sudah merupakan hal yang mustahil dikerjakan. Hanya Tuhan saja yang mampu melakukannya. Begitu gumam Abu Nawas.
Hari-hari berlalu seperti biasa. Tak ada yang dikerjakan Abu Nawas kecuali memikirkan bagaimana membuat Baginda merasa yakin kalau yang dibangun itu benar-benar istana di langit. Seluruh ingatannya dikerahkan dan dihubung-hubungkan. Abu Nawas bahkan berusaha menjangkau masa kanak-kanaknya. Sampai ia ingat bahwa dulu ia pernah bermain layang-layang.
Dan inilah yang membuat Abu Nawas girang. Abu Nawas tidak menyia-nyiakan waktu lagi. la bersama beberapa kawannya merancang layang-layang raksasa berbentuk persegi empat. Setelah rampung baru Abu Nawas melukis pintu-pintu serta jendela-jendela dan ornamen-ornamen lainnya.
Ketika semuanya selesai Abu Nawas dan kawan-kawannya menerbangkan layang-layang raksasa itu dari suatu tempat yang dirahasiakan.
Begitu layang-layang raksasa berbentuk istana itu mengapung di angkasa, penduduk negeri gempar.
Baginda Raja girang bukan kepalang. Benarkah Abu Nawas berhasil membangun istana di langit? Dengan tidak sabar beliau didampingi beberapa orang pengawal bergegas menemui Abu Nawas.
Abu Nawas berkata dengan bangga. “Paduka yang mulia, istana pesanan Paduka telah rampung.”
“Engkau benar-benar hebat wahai Abu Nawas.” kata Baginda memuji Ab Nawas.
“Terima kasih Baginda yang mulia.” kata Abu Nawas “Lalu bagaimana caranya aku ke sana?” tanya Baginda. “Dengan tambang, Paduka yang mulia.” kata Abu Nawas.
“Kalau begitu siapkan tambang itu sekarang. Aku ingin segera melihat istanaku dari dekat.” kata Baginda tidak sabar.
“Maafkan hamba Paduka yang mulia. Hamba kemarin lupa memasang tambang itu. Sehingga seorang kawan hamba tertinggal di sana dan tidak bisa turun.” kata Abu Nawas.
“Bagaimana dengan engkau sendiri Abu Nawas? Dengan apa engkau turun ke bumi?” tanya Baginda.
“Dengan menggunakan sayap Paduka yang mulia.” kata Abu Nawas dengan bangga.
“Kalau begitu buatkan aku sayap supaya aku bisa terbang ke sana.” kata Baginda.
“Paduka yang mulia, sayap itu hanya bisa diciptakan dalam mimpi.” kata Abu Nawas menjelaskan.
“Engkau berani mengatakan aku gila sepertimu?” tanya Baginda sambil melotot.
“Ya, Baginda. Kurang lebih seperti itu.” jawab Abu Nawas tangkas.
“Apa maksudmu?” tanya Baginda lagi.
“Baginda tahu bahwa membangun istana di awang-awang adalah pekerjaan yang mustahil dilaksanakan. Tetapi Baginda tetap menyuruh hamba mengerjakannya. Sedangkan hamba juga tahu bahwa pekerjaan itu mustahil dikerjakan, Tetapi hamba tetap menyanggupi titah Baginda yang tidak masuk akal itu.” kata Abu Nawas berusaha meyakinkan Baginda.
Tanpa menoleh Baginda Raja kembali ke istana diiring para pengawalnya. Abu Nawas berdiri sendirian sambi memandang ke atas melihat istana terapung di awang-awang.
“Sebenarnya siapa diantara kita yang gila?” tanya Baginda mulai jengkel.
“Hamba kira kita berdua sama-sama tidak waras Tuanku.” jawab Abu Nawas tanpa ragu.

Abu Nawas - Tipu Dibalas Tipu


Abu Nawas - Tipu Dibalas Tipu


Ada seorang Yogis (Ahli Yoga) mengajak seorang Pendeta bersekongkol akan memperdaya Iman Abu Nawas. Setelah mereka mencapai kata sepakat, mereka berangkat menemui Abu Nawas di kediamannya.
Ketika mereka datang Abu Nawas sedang melakukan salat Dhuha. Setelah dipersilahkan masuk oleh istri Abu Nawas mereka masuk dan menunggu sambil berbincang-bincang santai.

Seusai salat Abu Nawas menyambut mereka. Abu Nawas dan para tamunya bercakap-cakap sejenak.
“Kami sebenarnya ingin mengajak engkau melakukan pengembaraan suci. Kalau engkau tidak keberatan bergabunglah bersama kami.” kata Ahli Yoga. “Dengan senang hati. Lalu kapan rencananya?” tanya Abu Nawas polos. “Besok pagi.” kata Pendeta. “Baiklah kalau begitu kita bertemu di warung teh besok.” kata Abu Nawas menyanggupi.

Hari berikutnya mereka berangkat bersama. Abu Nawas mengenakan jubah seorang Sufi. Ahli Yoga dan Pendeta memakai seragam keagamaan mereka masing-masing. Di tengah jalan mereka mulai diserang rasa lapar karena mereka memang sengaja tidak membawa bekal.

“Hai Abu Nawas, bagaimana kalau engkau saja yang mengumpulkan derma guna membeli makanan untuk kita bertiga. Karena kami akan mengadakan kebaktian.” kata Pendeta. Tanpa banyak bicara Abu Nawas berangkat mencari dan mengumpulkan derma dari dusun satu ke dusun lain. Setelah derma terkumpul, Abu Nawas membeli makanan yang cukup untuk tiga orang. Abu Nawas kembali ke Pendeta dan Ahli Yoga dengan membawa makanan. Karena sudah tak sanggup menahan rasa lapar Abu Nawas berkata, “Mari segera kita bagi makanan ini sekarang juga.”

“Jangan sekarang. Kami sedang berpuasa.” kata Ahli Yoga. “Tetapi aku hanya menginginkan bagianku saja sedangkan bagian kalian terserah pada kalian.” kata Abu Nawas menawarkan jalan keluar. “Aku tidak setuju. Kita harus seiring seirama dalam berbuat apa pun:” kata Pendeta. “Betul aku pun tidak setuju karena waktu makanku besok pagi. Besok pagi aku baru akan berbuka.” kata Ahli Yoga. “Bukankah aku yang engkau jadikan alat pencari derma Dan derma itu sekarang telah kutukar dengan makanan ini. Sekarang kalian tidak mengijinkan aku mengambil bagian sendiri. Itu tidak masuk akal.” kata Abu Nawas mulai merasa jengkel. Namun begitu Pendeta dan Ahli Yoga tetap bersikeras tidak mengijinkan Abu Nawas mengambil bagian yang menjadi haknya.

Abu Nawas penasaran. la mencoba sekali lagi meyakinkan kawan-kawannya agar mengijinkan ia memakan bagianya. Tetapi mereka tetap saja menolak. Abu Nawas benar-benar merasa jengkel dan marah. Namun Abu Nawas tidak memperlihatkan sedikit pun kejengkelan dan kemarahannya. “Bagaimana kalau kita mengadakan perjanjian.” kata Pendeta kepada Abu Nawas. “Perjanjian apa?” tanya Abu Nawas. “Kita adakan lomba. Barangsiapa di antara kita bermimpi paling indah maka ia akan mendapat bagian yang terbanyak yang kedua lebih sedikit dan yang terburuk akan mendapat paling sedikit.” Pendeta itu menjelaskan.

Abu Nawas setuju. la tidak memberi komentar apa-apa. IVfalam semakin larut. Embun mulai turun ke bumi. Pendeta dan Ahli Yoga mengantuk dan tidur. Abu Nawas tidak bisa tidur. la hanya berpura-pura tidur. Setelah merasa yakin kawan-kawannya sudah terlelap Abu Nawas menghampiri makanan itu. Tanpa berpikir dua kali Abu Nawas memakan habis makanan itu

hingga tidak tersisa sedikit pun. Setelah merasa kekenyangan Abu Nawas baru bisa tidur. Keesokan hari mereka bangun hampir bersamaan. Ahli Yoga dengan wajah berseri-seri bercerita, “Tadi malam aku bermimpi memasuki sebuah taman yang mirip sekali dengan Nirvana. Aku merasakan kenikmatan yang belum pernah kurasakan sebelumnya dalam hidup ini.”

Pendeta mengatakan bahwa mimpi Ahli Yoga benar-benar menakjubkan. Betulbetul luar biasa. Kemudian giliran Pendeta menceritakan mimpinya. “Aku seolah-olah menembus ruang dan waktu. Dan temyata memang benar. Aku secara tidak sengaja berhasil menyusup ke masa silam dimana pendiri agamaku hidup. Aku bertemu dengan beliau dan yang lebih membahagiakan adalah aku diberkatinya.”

Ahli Yoga juga memuji-muji kehebatan mimpi Pendeta, Abu Nawas hanya diam. la bahkan tidak merasa tertarik sedikitpun. Karena Abu Nawas belum juga buka mulut, Pendeta dai Ahli Yoga mulai tidak sabar untuk tidak menanyakan mimpi Abu Nawas. “Kalian tentu tahu Nabi Daud alaihissalam. Beliau adalah seorang nabi yang ahli berpuasa. Tadi malam aku bermimpi berbincang-bincang dengan beliau. Beliau menanyakan apakah aku berpuasa atau tidak. Aku katakan aku berpuasa karena aku memang tidak makan sejak dini hari Kemudian beliau menyuruhku segera

berbuka karena hari sudah malam. Tentu saja aku tidak berani mengabaikan perintah beliau. Aku segera bangun dari tidur dan langsung menghabiskan makanan itu.” kata Abu Nawas tanpa perasaa bersalah secuil pun. Sambil menahan rasa lapar yang menyayat-nyayat Pendeta dan Ahli Yoga saling berpandangan satu sama lain. Kejengkelan Abu Nawas terobati. Kini mereka sadar bahwa tidak ada gunanya coba-coba mempermainkan Abu Nawas, pasti hanya akan mendapat celaka sendiri.